Strategi Pemerintah Hadirkan Hunian Terjangkau Dekat Kawasan Industri bagi Pekerja

Rabu, 28 Januari 2026 | 14:34:01 WIB
Strategi Pemerintah Hadirkan Hunian Terjangkau Dekat Kawasan Industri bagi Pekerja

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan menekankan pentingnya hunian yang layak dan terjangkau bagi pekerja. Hunian yang dekat dengan tempat kerja dinilai mampu menekan beban pengeluaran sekaligus meningkatkan kualitas hidup pekerja.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Indra, menjelaskan bahwa rumah bukan hanya tempat tinggal. "Hunian tidak sekadar menjadi tempat tinggal, tetapi merupakan bagian integral dari kesejahteraan pekerja dan keluarganya. Kepemilikan rumah menjadi cita-cita besar pekerja selain memperoleh upah yang layak," ujarnya di Jakarta, Rabu, 28 Januari 2026.

Indra menambahkan, akses terhadap hunian yang sesuai kemampuan finansial masih menjadi masalah bagi banyak pekerja. Terutama hunian yang dekat dengan kawasan industri masih terbatas dan sulit dijangkau pekerja berpenghasilan rendah.

Banyak pekerja harus mengalokasikan sebagian besar upahnya untuk biaya tempat tinggal. "Banyak pekerja saat ini harus mengalokasikan hingga sekitar 20 persen dari upahnya hanya untuk biaya sewa atau kontrak hunian. Kondisi ini menjadi tantangan nyata yang perlu dijawab melalui kebijakan yang tepat sasaran," kata Indra.

Tantangan Jarak dan Biaya Transportasi

Salah satu masalah yang dihadapi pekerja adalah jarak hunian yang jauh dari lokasi kerja. Hal ini meningkatkan biaya transportasi sekaligus menyita waktu perjalanan setiap hari.

Indra menekankan bahwa jarak yang jauh dari tempat kerja tidak hanya memengaruhi keuangan pekerja. Faktor ini juga berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup karena waktu di perjalanan menjadi lebih lama.

Pekerja yang tinggal jauh dari kantor atau pabrik cenderung mengalami stres akibat perjalanan panjang. Hal ini kemudian berimbas pada keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi mereka.

Kondisi tersebut membuat hunian dekat kawasan industri menjadi kebutuhan strategis. Tidak hanya untuk efisiensi waktu dan biaya, tetapi juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Program 3 Juta Rumah sebagai Solusi Strategis

Pemerintah merespons masalah ini melalui Program 3 Juta Rumah. Program ini menyediakan hunian bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pekerja dan buruh.

Indra menyatakan bahwa salah satu tujuan program ini adalah memastikan pekerja memiliki hunian dekat dengan tempat bekerja. "Pemerintah ingin memastikan pekerja memiliki akses hunian yang terjangkau dan dekat dengan tempat bekerja. Dialog hari ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan hal tersebut, termasuk melalui penyediaan apartemen bersubsidi di kawasan industri," jelasnya.

Hunian bersubsidi di kawasan industri dianggap sebagai solusi yang tepat. Pekerja bisa menekan biaya transportasi, menghemat waktu, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Program ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Kehadiran hunian di dekat kawasan industri memudahkan pekerja untuk berpartisipasi lebih aktif dalam kegiatan ekonomi setempat.

Skema Pembiayaan Rumah untuk Pekerja

Selain pembangunan hunian, pemerintah menyiapkan skema pembiayaan agar rumah lebih terjangkau. Salah satunya adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga rendah dan cicilan terjangkau.

Indra menjelaskan bahwa skema ini dirancang ramah bagi kantong pekerja dan buruh. "Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga rendah dan cicilan terjangkau, sehingga lebih ramah bagi kantong pekerja dan buruh," ujarnya.

Skema ini memungkinkan pekerja untuk memiliki rumah dengan cara yang lebih mudah. Dengan cicilan ringan, pekerja dapat mengalokasikan pendapatan mereka untuk kebutuhan lain tanpa terlalu terbebani.

Selain itu, keberadaan hunian dan pembiayaan terjangkau di dekat lokasi kerja mendukung produktivitas. Pekerja tidak perlu lagi menghabiskan waktu lama di perjalanan sehingga lebih fokus pada pekerjaan.

Dampak Positif bagi Keluarga dan Lingkungan

Hunian dekat lokasi kerja juga berdampak positif pada kehidupan keluarga. Waktu yang lebih banyak di rumah membuat hubungan keluarga lebih harmonis dan mengurangi stres akibat perjalanan jauh.

Indra menekankan bahwa kesejahteraan keluarga pekerja menjadi salah satu fokus pemerintah. Hunian yang layak tidak hanya untuk pekerja, tetapi juga untuk mendukung kehidupan keluarga mereka secara keseluruhan.

Selain aspek keluarga, hunian dekat kawasan industri juga ramah lingkungan. Pengurangan perjalanan panjang berarti emisi transportasi berkurang, mendukung program keberlanjutan nasional.

Kebijakan ini menunjukkan perhatian pemerintah pada kesejahteraan pekerja dan pembangunan berkelanjutan. Sinergi antara hunian layak, pembiayaan terjangkau, dan lokasi strategis menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi pekerja dan masyarakat.

Pemerintah terus mendorong berbagai program agar hunian layak dan terjangkau bukan hanya impian. Melalui kerja sama lintas sektor, akses terhadap hunian yang dekat dengan pekerjaan diharapkan semakin mudah dijangkau.

Dengan langkah ini, beban finansial pekerja dapat berkurang. Peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan pekerja menjadi tujuan utama dari kebijakan hunian terjangkau ini.

Upaya penyediaan rumah bersubsidi ini juga diharapkan memicu pembangunan infrastruktur di sekitar kawasan industri. Akses transportasi, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan dapat meningkat seiring hadirnya hunian baru.

Pemerintah menegaskan bahwa setiap kebijakan hunian bertujuan jangka panjang. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pekerja saat ini, tetapi juga membangun fondasi kesejahteraan masa depan.

Indra menutup dengan menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak. Hanya dengan kerja sama antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat, program hunian terjangkau bagi pekerja dapat terealisasi secara maksimal.

Terkini